Tampilkan postingan dengan label Teks Eksplanasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teks Eksplanasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2016

Langkah-Langkah Menyusun Teks Eksplanasi

Anderson (2003:83-84) menjelaskan tiga tahapan untuk menyusun teks eksplanasi.
1. A general statement about the even or thing
A general statement about the event or thing can serve as an introduction to the explanation, and it gives the audiences a description of the event or thing and a preview of what the rest of the text will be about. Pada bagian ini dijelaskan secara umum tentang pengenalan suatu peristiwa berkaitan dengan apa yang akan dijelaskan dan dibahas selanjutnya dalam teks tersebut.
2. A series of paragraphs that tell the hows or whys
A series paragraphs that tell the hows or whys these should be in sequence so that the audience is told of the process that causes event or thing to happen. Tahap ini kita membuat serangkaian paragraf yang menceritakan proses bagaimana suatu peristiwa dapat terjadi yang dijelaskan secara runtut sebab akibat peristiwa tersebut.
3. A concluding paragraph
If this concluded, it signals to the audiences that the explanation has finished. Pada bagian ini kita membuat simpulan berdasarkan peristiwa yang telah dibahas tadi.

Sementara itu, Mulyadi (2013:176) menjelaskan langkah-langkah menyusun teks eksplanasi secara tertulis sama dengan langkah-langkah menulis karangan pada umumnya, hanya saja isinya yang berbeda. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Menentukan Tema Tulisan
Tahap pertama dalam menulis karangan adalah menentukan tema atau topik. Tahap ini berguna agar tulisan yang nanti akan kita tulis tidak melebar dan penulisannya tidak berulang. Tema yang dapat digunakan untuk menulis teks eksplanasi misalnya peristiwa alam seperti banjir, proses terjadinya hujan, tsunami, gempa bumi, pelangi, dan lain-lain. Sementara itu, alternatif tema yang dapat digunakan untuk menulis teks eksplanasi adalah peristiwa sosial seperti narkoba, kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan lain-lain.
2. Mengumpulkan Bahan Tulisan
Tahap ini mengharuskan peserta didik mencari bahan/data/informasi berkaitan dengan apa yang akan mereka tulis. Bahan/data/informasi awal ini bisa didapat dengan membaca buku-buku, majalah, koran, ataupun artikel yang berkaitan dengan peristiwa alam atau sosial, wawancara dengan ahli, melihat video serta gambar tentang peristiwa alam dan sosial atau pengamatan langsung terhadap objek jika memungkinkan.
3. Membuat Kerangka Tulisan
Kerangka tulisan berfungsi untuk menjaga sebuah tulisan agar sesuai dengan apa yang direncanakan. Pada tahap ini, yang harus dilakukan adalah merinci poin-poin penting apa saja yang akan ditulis dan dikembangkan sesuai dengan tema. Poin-poin tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk membuat sebuah tulisan sehingga harus sesuai dengan struktur teks eksplanasi. Misalnya, pada bagian pernyataan umum dibuat poin mengenai pengertian banjir, kemudian pada bagian deretan penjelas dibuat poin penyebab banjir adalah illegal loging, membuang sampah sembarangan, got yang tidak cukup menampung air dan sebagainya. Lalu pada bagian interpretasi dibuat poin penangulangan banjir.
4. Mengembangkan Tulisan
Setelah kerangka karangan dibuat, langkah berikutnya adalah mengembangakan kerangka menjadi sebuah tulisan (teks eksplanasi). Tahap ini memerlukan kecermatan dalam tanda baca (EYD) dan kepaduan kalimat.

Berdasarkan kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah menyusun teks eksplanasi secara tertulis adalah sebagai berikut.
1. Menentukan tema dari teks eksplanasi yang akan dibuat
2. Mengumpulkan bahan tentang tema yang akan ditulis
3. Membuat kerangka tulisan
Mengembangkan kerangka menjadi sebuah tulisan dengan cara: (1) membuat penjelasan umum tentang peristiwa atau sesuatu; (2) membuat paragraf tentang bagaimana dan mengapa sesuatu itu terjadi; dan (3) membuat paragraf kesimpulan.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Setiap jenis tulisan mempunyai ciri masing-masing untuk membedakan tulisan satu dengan tulisan yang lain. Ciri-ciri dari teks eksplanasi adalah sebagai berikut: (1) teks eksplanasi bertujuan memberikan informasi, pengertian, dan pengetahuan; (2) teks eksplanasi bersifat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana; (3) teks eksplanasi disampaikan dengan gaya yang lugas dan menggunakan bahasa baku; (4) teks eksplanasi umumnya disajikan dengan menggunakan susunan logis.

Teks eksplanasi harus ditulis berdasarkan kaidah teks baku yang mencakup ejaan, tanda baca, pilihan kata, kefektifan kalimat, dan keterpaduan pendapat. Tujuan kebahasaan dari teks eksplanasi adalah untuk menerangkan proses-proses yang terjadi dalam pembentukan atau kegiatan yang terkait dengan fenomenafenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya yang bertujuan menjelaskan. Dapat dikatakan teks eksplanasi fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan pelangi. Selain itu, dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah. Kata istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas di bidang tertentu (KBBI 2005:446). Dalam menulis sebuah karangan atau wacana tidak lupa dengan menggunakan kata hubung dalam kalimatnya, begitu juga dengan menyusun teks eksplanasi secara tertulis ini. Alwi (2010:395) mengungkapkan kata hubung adalah kata yang menghubungkan antarklausa, kata hubung dibedakan menjadi dua yaitu koordinatif dan subordinatif. Berikut penjelasannya.

Selasa, 12 Januari 2016

Materi Teks Eksplanasi

1. Pengertian Teks Eksplanasi
Teks Eksplanasi adalah jenis teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena, baik fenomena alam mwupun fenomena sosial. Fenomena alam adalah fenomena yang terjadi pada alam yang terjadi disekitar kita, dikeranakan oleh beberapa hal yang bersifat ilmiah, contoh: banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, gerhana bulan, dll. Fenomena sosial adalah peristiwa yang terjadi dan dapat diamati dlam kehidupan kita sehari – hari, contoh: tawuran, demonstrasi, mudik, pergunjingan, dll.

2. Struktur Teks Eksplanasi
1) Pernyataan Umum
Gambaran awal tentang apa yang akan disampaikan dan bersifat umum, dengan maksud untuk memberikan penjelasan tentang proses yang melingkupi terjadinya fenomena tersebut.
2) Rincian Penjelas
Rincian penjelas memuat tentang bagaimana atau mengapa suatu fenomena dapat terjadi. Penjelasan ini berupa tahapan, sehingga pembaca mendpatkan gambaran tentang bagaimana proses terjadinya suatu peristiwa.
3) Simpulan
Dalam teks eksplanasi berupa pengulangan informasi penting atau kata penutup yang menandai bahwa penjelasan telah berakhir, namun tidak semua teks eksplanasi terdapat simpulan.

3. Ciri – ciri Bahasa Teks Eksplanasi
1) Memuat Istilah ilmiah
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan suatu fenomena yang berkaitan dengan proses ilmiah. Oleh karena itu, dalam teks eksplanasi sangat dimungkinkan terdapat istilah – istilah ilmiah.
2) Menggunakan Konjungsi
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses suatu fenomena dapat terjadi. Dalam teks eksplanasi, jenis kalimat yang digunakan adalah kalimat kompleks, oleh karena itu dibutuhkan konjungsi (kata penghubung) untuk menghubungkan dua kalimat. Kalimat kompleks merupakan dua bentuk kalimat sederhana, dimana satu berkedudukan sebagai induk kalimat dan satu kaliamat yang lain sebagai anak kalimat yang digabungkan menjadi satu dengan menggunakan konjungsi (kata penghubung).
Contoh:
a. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah.
b. Getaran gempa bumi dapat menghancurkan bangunan dan dapat menimbulkan korban jiwa.
Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah, sehingga dapat menghancurkan bangunan dan dapat menimpulkan korban jiwa.
Dari contoh di atas dapat disimpulkan jika fungsi dari anak kalimat adalah untuk memberikan deskripsi lebih lanjut tentang salah satu bagian di dalam kalimat induk, seperti pada contoh di atas anak kalimat menguatkan deskripsi tentang kekuatan gempa.
Beberapa konjungsi yang sering digunakan, antara lain:
a. “Meskipun” dan “walaupun”, digunakan untuk menunjukan keterangan pertentangan.
b. “Sebab”, “karena”, “oleh sebab itu”, dan “oleh karena itu” digunakan untuk menunjukan keterangan alasan.
c. “Sehingga”, “agar”, dan “untuk”, digunakan untuk menunjukan keterangan tujuan.
d. “Lalu”, “kemudian”, dan “selanjutnya”, digunakan untuk menunjukan keterangan penahapan.

4. Menelaah Teks Eksplanasi
Menelaah adalah upaya menganalisis teks berdasarkan struktur dan ciri kebahasaan teks eksplanasi.Menelaah dapat dilakukan dengan aspek berikut.

No
Aspek
Deskripsi Penilaian
Ya
Tidak
1
Kejelasan pernyataan
Umum
Apakah pernyataan umum memberikan petunjuk awal tentang suatu peristiwa yang hendak dijelaskan?


2
Kebenaran
Penjelasan
Apakah penjelasan memaparkan bagaimana atau mengapa suatu peristiwa terjadi secara benar?


Apakah penjelasan berupa tahapan yang logis sehingga pembaca mendapatkan gambaran tentang bagaimana proses terjadinya suatu peristiwa?


3
Simpulan

Apakah terdapat simpulan pada teks tersebut?
Jika ada, apakah simpulan menandai bahwa penjelasan telah berakhir? Atau simpulan tersebut berupa pengulangan informasi penting?


4
Istilah
Apakah teks memuat istilah-istilah dan digunakan secara tepat?


5
Konjungsi

Apakah kalimat-kalimat pada teks menggunakan kata sambung yang menunjukkan hubungan sebabakibat?



5. Menyusun Teks Eksplanasi
Menyusun teks eksplanasi dilakukan melalui dua tahap yakni perencanaan dan pelaksanaan.

Tahapan
Kegiatan
Persiapan

1. Menentukan objek fenomena, misalnya kita akan mengembangkan teks eksplanasi tentang tanah longsor.
2. Menentukan struktur dan data yang akan dikembangkan, misalnya:
- Apakah yang dimaksud dengan tanah longsor?
- Bagaimana proses terjadinya tanah longsor?
- Apa yang menyebabkan tanah longsor dapat terjadi?
- Bagaimana cara mencegah terjadinya tanah longsor?

Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dilakukan dengan cara menyusun tulisan dengan bahan data yang diperoleh dari pertanyaan – pertanyaan diatas

Pengertian, Contoh , Ciri-Ciri, Struktur Teks, dan Menulis Teks Eksplanasi

1. Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial (Pardiyono, 2007: 155). Explaining has two main orientations-to explain why and to explain how, often both will appear in an explanatory text, “eksplanasi memiliki dua orientasi utama - untuk menjelaskan mengapa dan untuk menjelaskan bagaimana, sering keduanya akan muncul dalam sebuah teks eksplanasi” (Knapp & Watkins 2005: 126).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya fenomena alam atau sosial. The purpose of an explanation is to tell each step of the process (the how) and to give reasons (the why). “Tujuan teks eksplanasi adalah menjelaskan tahapan, langkah, atau proses (bagaimana) dan memberikan alasan (mengapa)”. (Wong, 2002:132).

2. Contoh Teks Eksplanasi

Struktur
Teks

Banjir
Pernyataan
Umum
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana, banjir dapat didefinisikan sebagai peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Saat ini,di Indonesia banjir terjadi hampir merata. Apa penyebabnya? Apakah manusia menjadi salah satu penyebabnya?
Rincian
Penjelas
Banjir terjadi karena banyak faktor.. Illegal logging bisa jadi merupakan faktor yang dominan. Illegal Loging menyebabkan ketiadaan hutan sehingga tak ada lagi resapan yang memadai.Curah hujan yang sangat tinggi dapat dianggap sebagai sebab terjadinya banjir. Selain itu, saluran air atau got yang tidak berfungsi karena tersumbat oleh sampah juga menjadi sebab terjadinya banjir. Perubahan iklim global mengakibatkan curah hujan tinggi bisa terjadi tiba-tiba. Curah hujan tersebut dapat terjadi dalam kurun waktu yang singkat atau dalam waktu lama.
Cara sederhana mengatasi banjir adalah dengan memperlakukan air dengan benar. Artinya, kita harus dapat menyalurkan dan mengendalikan curahan hujan yang jatuh ke bumi dengan baik. Ada pula cara lain untuk mencegah banjir, yaitu dengan reboisasi. Reboisasi dapat membantu menambah resapan air yang hilang karena illegal logging yang dilakukan secara tidak terkontrol. Jika setiap orang menyumbangkan satu pohon untuk reboisasi, maka kemungkinan terjadinya banjir akan berkurang.
Simpulan
Tidak perlu khawatir dengan adanya banjir karena banjir masih bisa dicegah. Banjir besar akan merugikan manusia, apalagi jika banjir terjadi di pemukiman warga dan bisa menelan korban jiwa.

3. Ciri-Ciri Bahasa Teks Eksplanasi

Knapp & Watkins (2005: 126) menyatakan explanations generally require connectives-words that join the verbs together so that they logically indicate sequences that are temporal – when, then, first, after this, causal, for example, because, so; “eksplanasi umumnya memerlukan kata sambung yang bergabung dengan kata kerja sehingga secara logis menunjukkan urutan yang sementara ketika, maka, pertama, setelah ini, sebab-akibat (kata sambung yang menyatakan hubungan sebab akibat), misalnya, karena, begitu. Hal senada juga diungkapkan oleh Priyatni, Thamrin, Wardoyo (2014: 135) yaitu bahwa eksplanasi umumnya memerlukan kata sambung yang menunjukkan hubungan sebab akibat. Lebih lengkapnya ciri bahasa teks eksplanasi menurut Priyatni, Thamrin, Wardoyo (2014:111) sebagai berikut.
a. Memuat istilah
b. Struktur kalimatnya menggunakan kata sambung yang menunjukkan
hubungan sebab-akibat.

4. Struktur Teks Eksplanasi
Menurut Pardiyono (2007: 156), secara garis besar struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut.
a. Pernyataan umum/pengantar
Pernyataan umum memuat petunjuk awal tentang suatu peristiwa yang hendak dijelaskan. Pernyataan umum berfungsi sebagai pengantar pada penjelasan-penjelasan berikutnya.
b. Rincian penjelasan
Rincian penjelasan memaparkan tentang proses terjadnya suatu peristiwa /fenomena terjadi. Penjelasan ini berupa tahapan, sehingga pembaca mendapatkan gambaran tentang bagaimana proses terjadinya suatu peristiwa.
c. Simpulan
Simpulan dalam teks eksplanasi berupapengulangan informasi penting atau kata penutup yang menandai bahwa penjelasan telah berakhir. Tidak semua teks eksplanasi memuat suatu simpulan.

5. Menulis Teks Eksplanasi
Menulis teks eksplanasi menurut Priyatni, Thamrin, dan Wardoyo terdiri dari beberapa langkah. Berikut ini langkah menulis teks eksplanasi menurut Priyatni, Thamrin, Wardoyo (2014: 126-132) yang telah dimodifikasi dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan dalam pengembangan pengembangan yang dilakukan oleh pengembang.
a. Pilihlah satu topik yang menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa atau fenomena terjadi, sebagai contoh:
1) bagaimana proses fotosintesis,
2) bagaimana proses respirasi,
3) bagaimana proses pembuatan tempe.
b. Mulailah dengan menuliskan
1) Judul yang menjelaskan suatu fenomena.
2) Pernyataan umum yang memuat petunjuk awal suatu peristiwa yang hendak dijelaskan.
3) Rangkaian penjelasan yang memuat bagaimana dan mengapa suatu peristiwa dapat terjadi.
4) Penutup berupa simpulan atau pengulangan informasi penting.
c. Lakukanlah telaah dan revisi atas tulisan dengan panduan rubrik penilaian teks eksplanasi berikut ini:

No
Aspek
Deskripsi Penilaian
Ya
Tidak
1
Kejelasan pernyataan
Umum
Apakah pernyataan umum memberikan petunjuk awal tentang suatu peristiwa yang hendak dijelaskan?


2
Kebenaran
Penjelasan
Apakah penjelasan memaparkan bagaimana atau mengapa suatu peristiwa terjadi secara benar?


Apakah penjelasan berupa tahapan yang logis sehingga pembaca mendapatkan gambaran tentang bagaimana proses terjadinya suatu peristiwa?


3
Simpulan

Apakah terdapat simpulan pada teks tersebut?
Jika ada, apakah simpulan menandai bahwa penjelasan telah berakhir? Atau simpulan tersebut berupa pengulangan informasi penting?


4
Istilah
Apakah teks memuat istilah-istilah dan digunakan secara tepat?


5
Konjungsi

Apakah kalimat-kalimat pada teks menggunakan kata sambung yang menunjukkan hubungan sebabakibat?



Rubrik penilaian di atas digunakan untuk menilai/menelaah kesalahankesalahan, ketepatan dan ketidaktepatan, serta kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam teks eksplanasi yang ditulis. Jika jawaban terhadap teks yang ditulis ada yang menyatakan “Tidak” maka harus dilakukan revisi terhadap teks eksplanasi tersebut.
d. Lakukanlah pengamatan atau studi pustaka agar tulisan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.